Total Tayangan Laman

Selasa, 25 Desember 2012

Tugas 2 Pengantar Ekonomi Makro


Tugas 2  

Pengantar Ekonomi Makro   

 


  1.  Diketahui :
 C = 20  + 0,8 Y
             Io = 40
           Go = 20
            To = 0
            Ditanya  besarnya:
  1. Pendapatan Nasional Keseimbangan
  2. Konsumsi Keseimbangan
  3. Tabungan Keseimbangan
Jawab:
a)       Keseimbangan pendapatan nasional terjadi apabila :
Y = C + I

Y = C + I
C = a + bY
 I = Io

    Y = C + I , syarat keseimbangan
    C = 20 + 0,8Y
I=Io = 40

Maka, pendapatan nasional keseimbangan (Ye), adalah:
 Ye = Y
 Ye = 20 + 0,8Ye + 40
Ye – 0,8Ye= 60
 Ye = 60/0,8
Ye = 75 (besarnya Ye setelah adanya investasi sebesar 40)

b)       konsumsi keseimbangan besarnya adalah:
C = 20 + 0,8 (75)
Ce = 80

Sedangkan sebelum adanya investasi besarnya Y adalah
Y = C; dimana C = 20 + 0,8 Y
Maka
Y = 20 + 0,8 Y
Y – 0,8Y = 20
Y = 20/0,8
Y = 25 (besarnya Y sebelum adanya investasi)

Dalam ekonomi tiga sektor, maka pengaruh G (pengeluaran pemerintah) mulai diperhitungkan.

Y = C + I + G
Ingat ada dua pendekatan yang bisa digunakan:
1. Pendekatan pengeluaran agregat = penawaran agregat
2. pendekatan injeksi = kebocoran

Pendekatan 1 (Pendekatan pengeluaran agregat = penawaran agregat)
C = 20 + 0,8 Y
I=Io = 40
Go = 20
Berapa besarnya pendapatan nasional keseimbangan setelah adanya Go sebesar 20?

Y = C + I + G
                        Y = 20 + 0,8Y + 40 + 20
Y = 0,8 Y + 80
Y – 0,8Y = 80
                   0,2Y = 80
                      YE = 400 ( pendapatan Nasional keseimbangan setelah ada G)

Sedangkan konsumsi keseimbangan setelah ada G, dihitung:
 
Ce = 20 + 0,8 Ye
Ce = 20 + 0,8 (400)
Ce = 20 + 320
            Ce = 340 ( konsumsi keseimbangan setelah ada G)                 

Pendekatan 2 (pendekatan injeksi = kebocoran
c)      Yang disebut injeksi adalah I + G,
Yang disebut kebocoran adalah S + T
 Io = 40
            Go = 20
To = 0 (diasumsikan belum ada pajak)
        I + G = S + T
     40 + 20 = S + 0
 Se = 60 satuan uang (saving dalam keadaan keseimbangan)

Cara menghitung Se juga bisa menggunakan rumus S, yang merupakan turunan dari fungsi konsumsi.
S = -a + (1 – b) Y, dimana => S = -a + MPS. Y
            a = konsumsi otonom
            b = MPC,    sehingga ( 1 – b) = MPS

maka
S = -20 + (1- 0,8) 400
S =-20+80
            Se= 60 satuan uang


Kesimpulan 1:
Besarnya pendapatan nasional keseimbangan ketika hanya ada C (belum ada I dan G) sebesar,  Y = 25 satuan uang

Setelah ada investasi sebesar I = 40. Maka Ye naik menjadi
Ye = 75 satuan uang

Setelah ada pengeluaran pemerintah sebesar G = 20, maka Ye naik menjadi:
YE = 400 satuan uang

Demikian pula dengan adanya G maka konsumsi keseimbangan juga naik dari 80 menjadi 340 (satuan uang)


  1. Apabila ada pajak lumsum sebesar 40, hitunglah:
a. Pendapatan nasional keseimbangan
b. Konsumsi keseimbangan
c. tabungan keseimbangan
Apabila ada pajak (T), maka akan terjadi kebocoran pendapatan nasional, yang artinya pendapatan nasional keseimbangan akan turun.
a.        Pendapatan nasional keseimbangan Pajak To = 40
Pendekatan 1 (Pendekatan pengeluaran agregat = penawaran agregat)
Y = C + I + G
C = 20 + 0,8 Yd (   Yd atau Ypsp adalah pendapatan siap pakai, yakni pendapatan yang telah dikurangi oleh pajak)
To = 40
Io = 40
Go = 20

Dari persamaan Y = C + I + G
Maka
Y = 20 + 0,8 (Y-40) + 40 + 20
Y = 0,8 Y + (-32) + 80
            0,8 Y = 48
                  Y = 60

Ye = 60 satuan uang (pendapatan nasional equilibrium setelah kena pajak.  Ternyata turun dari semula  400 menjadi 60)

b.      besarnya konsumsi keseimbangan setelah terkena pajak (To = 40)?
Ce = 20 + 0,8 Yd
Ce = 40 + 0,8 (Y – 40)
Ce = 40 + 0,8(75 – 40)
Ce = 40 + 60 + (-32)
Ce = 68 satuan uang (konsumsi keseimbangan setelah terkena pajak sebesar To = 40, ternyata turun dari semula 340 menjadi 68)


Apabila digunakan Pendekatan 2 (pendekatan injeksi = kebocoran)
To = 40
Io = 40
Go = 20
S = -a + (1-b) Yd
S= -20 + (1 – 0,8) Yd   => S = -20 + 0,2Yd
Ingat
I + G = S + T
40 + 20 = -20 + 0,2Yd + 40
                     60 = -20 + 0,2 (Y-40) + 40
                     60 = 0,2Y + (-20-8+40)
                        0,2Y=60+28-40
                        Y  = 48/0,2
                        Y  = 240
Ye = 240 satuan uang

c.       besarnya saving keseimbangan adalah:
Se =  -20 + 0,8Yd
                             = -40 + 0,8 (240 – 40)
Se = 184 satuan uang

NAMA            : DEPIN SARASATI
NIM                : 016887584
UT-UPBJJ       : SURAKARTA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar